Senin, 03 Agustus 2009

MENSTABILKAN HARGA DAN PENDAPATAN PERTANIAN

MENSTABILKAN HARGA DAN PENDAPATAN PERTANIAN (di lihat dari pendekatan ekonomi mikro)


Untuk menstabilkan harga dan pendapatan produsen hasil pertanian, berbagai negara banyak yang melakukan campur tangan dalam penentuan produksi dan harga. Campur tangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dari cara – cara lain ada tiga yang penting, yaitu:

1. Membatasi (menentukan quota) pada tingkat produksi yang dapat dilakukan tiap – tiap produsen.

2. Melakukan pembelian – pembelian barang yang ingin distabilkan harganya di pasaran bebas.

3. Memberikan subsidi kepada para produsen apabila harga pasar adalah lebih rendah daripada harga yang dianggap sesuai oleh pemerintah.


A. MEMBATASI JUMLAH PRODUKSI

Untuk menjaga agar produksi tidak mencapai tingkat yang berlebihan sehingga menimbulkan masalah yang meyebabkan kemerosotan pendapatan produsen hasil pertanian, pemerintah dapat membatasi jumlah produksi yang dibenarkan dicapai para produsen. Kebijakan membatasi produksi, kalau dibandingkan dengan penetuan produksi secara pasar bebas menimbulkan dua macam perubahan berikut:

1. Harga barang naik, tetapi

2. Jumlah yang boleh diproduksi dan dijual para petani berkurang.

Apabila permintaan bersifat tidak elastic, maka kebijakan membatasi produksi akan menaikkan pendapatan para petani. Maka dapatlah dibuat kesimpulah, bahwa kebijakan membatasi jumlah produksi dengan tuuan untuk menaikkan pendapatan para petani akan memcapai sasaran apabila permintaan terhadap barang yang dibatasi produksinya adalah bersifat tidak elastic (Sadono Sukirno;132-133).


B. CAMPUR TANGAN DALAM JUAL BELI

Cara lain yang dapat dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga dan menjaga agar petani menerima harga dengan wajar. Untuk melakukan jual beli hasil pertanian terutama kedelai yang harganya akan distabilkan. Untuk melakukan campur tangan ini pemerintah perlu mendirikan badan yang akan melakukan jual beli barang dan menyimpan stok barang yang akan diperjualbelikan. Dalam persoalan ini akan dianalisis dua keadaan sebagai berikut:

1. pemerintah menstabilkan harga pada tingkat yang ditentukan oleh pasar bebas.

2. Pemerintah menstabilkan harga pada tingkat yang lebih unggul/tinggi dari harga keseimbangan pasar bebas.

Menstabilkan Harga Pada Keseimbangan Pasar Bebas

Dalam kebijakan ini yang diusahakan pemerintah adalah”didalam jangka panjang, tingkat harga adalah sama denagn harga keseimbangan yang ditentukan olrh pasar bebas”. Jadi, pada hakekatnya pemerintah berpendapat bahwa harga yang ditentukan oleh pasar bebas sudah wajar dan tidakn perlu diubah. Yang diusahakan pemerintah adalah agar dalam jangka panjang harga yang tetap dapat dipertahankan.

Bagaimana kebijakan ini kepada pendapatan para petani?adakah akan stabil?ternyata tidak. Kebijakan ini hanya menstabilkan harga, sedangkan pendapatan para petani menjadi tidak stabil. Pada waktu produksi tinggi, pendapatan petani juga tinggi dan pada waktu produksi rendah, maka pendapatan petani juga rendah.

Untuk menstabilkan pendapatan para petani, maka kebijakan jual beli pemerintah haruslah membuat perubahan terhadap harga pada presentasi yang sama dengan perubahan produksi. Sekiranya produksi naik 10% maka harga harus diturunkan 10% juga dan sekiranya produksi turun 10% maka pemerintah juga harus menaikkan harga sebesar 10%. Dengan demikian, sesudah pemerintah melakukan campur tangan, elastisitas permintaan yang dihadapi petani kedelai haruslah bersifat uniter. Untuk mencapai tujuan ini maka tingkat harga perlu disesuaikan dengan perubahan produksi.

Kebijakan menstabilkan harga tidaklah harus dilakukan secara kaku, tetapi perlu dibuat secara lebih fleksibel sampai batas – batas tertentu, perlu terdapat kebebasan perubahan harga. Hal ini menghindari pihak – pihak swasta/lain yang akan mengambil keuntungan dari kesulitan – kesulitan yang di alami oleh para petani kedelai.

Menetapkan Harga yang Lebih Tinggi dari Harga Keseimbangan

Kebijakan yang lebih sering dilakukan pemerintah adalah menetaapkan harga pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang ditentukan pasar bebas. Kebijakan harga yang demikian ini dikenal sebagai kebijakan harga minimum atau kebijakan harga terendah. Satu masalah penting yang akan timbul dalam menjalakan penetapan harga di atas harga keseimbangan adalah masalah stok surplus produksi yang terus menerus bertambah tinggi. Sekiranya setiap tahun pemerintah perlu membeli kelebihan penawaran, maka dari tahun ke tahun stok surplus produksi akan bertambah banyak. Kalau barang ini ditawarkan ke pasar, maka harganya akan bertambah turun atau menurunkan harga. Cara yabg dapt dilakukan agar harga tetap pada tingkat yang ditentukan adalah dengan melakukan kebijakan membuang atau menghancurkan kelebihan produksi yang dibeli pemerintah ataupun dengan cara mengeksport kelebihan produksi.

Menstabilkan Pendapatan dengan Subsidi

Masalah stok kelebihan produksi yang terus menerus bertambah akibat dari pembelian pemerintah diatas harga keseimbangan, dapat dihindari dengan cara member subsidi pendapatn terhadap para petani. Dengan kebijakan ini, pemerintah tidak menentukan harga pasar tetapi menetapkan harga jaminan yang akan diterima petani untuk setiap produksinya. Harga jaminan adalah lebih tinggi dari harga kesimbangan dipasar. Jumlah subsidi yang akan diberikan oleh pemerintah untuk setiap unit produksi adalah sebesar perbedaan antara harga jaminan dan harga keseimbangan.







AGRIBUSINESS BLOG COMPETITION 2009 HIMASETA Universitas Jember




4 komentar: